Foto : Oknum Aparat Dilokasi Proyek
J-INews – Gunungsitoli : Sebuah rekaman video yang kini beredar luas memperlihatkan kedatangan Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansub Denpom I/2-5 Pulau Nias) bersama 3 (tiga) orang personelnya ke lokasi Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias kembali menjadi sorotan publik, Rabu (08/07/2026).
Di ketahui peristiwa yang terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026 itu berlangsung ketika sejumlah aktivis dan wartawan berada di lokasi proyek untuk melakukan pemantauan serta konfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan revitalisasi sekolah SMAN Unggulan Sukma Nias yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 sebesar Rp. 87.340.621,789,12 miliar,
Paket pekerjaan tersebut konon dikabarkan pemenang tender proyek dimenangkan oleh PT Razasa Karya. Berdasarkan rekaman video yang diperoleh awak media, seorang anggota Sub Denpom terlebih dahulu memasuki area kantin yang berada di sekitar proyek.
Beberapa saat kemudian, sebuah kendaraan Polisi Militer tiba di lokasi terlihat Dansub Denpom turun dari kendaraan sebelum menghampiri para aktivis dan wartawan yang sedang berada di kantin.
Dansub sebelum memasuki kantin melontarkan kata kata “tidak boleh wartawan merekam disini dan merekam kami” sebutnya sambil menunjuk – nunjuk salah satu aktifis dan wartan yang berada di lokasi.
Tak berselang lama setelah pertemuan berlangsung, terjadi perdebatan sengit antara Dansub Denpom dengan pihak aktivis dan wartawan.
Dalam rekaman tersebut, perekam video menanyakan alasan kedatangan Dansub Denpom ke lokasi proyek. Menanggapi pertanyaan itu, Dansub Denpom menyatakan bahwa dirinya datang karena dipanggil ke lokasi proyek.
“ Kami kesini karena di panggil ” sebutnya.
Menurut analisa yang di temui dilapangan, terkait kehadiran oknum Dansub Denpom bersama rekannya, bagaimana bisa Dansub Denpom datang langsung ke lokasi proyek padahal ini bukan ranahnya militer.
Tak hanya itu saja, dengan kehadiran Dansub Denpom di lokasi proyek akibatnya situasi menjadi memanas ketika dua orang yang berada di sekitar pos keamanan ikut terlibat dalam adu argumentasi dengan aktivis dan wartawan saat di lokasi proyek.
Setelah situasi memanas, Dansub Denpom bersama personel yang lainnya pun meninggalkan lokasi proyek, Sementara itu, perdebatan di lokasi masih terus berlanjut.
Salah seorang aktivis yang berada di lokasi, Krisman Zebua, kepada awak media pada Rabu (08/07/2026), mengaku merasa terintimidasi oleh salah satu ucapan yang disampaikan oleh Dansub Denpom.
Karena menurut pengakuan Krisman Zebua, sempat keluar kata kata yang di duga seperti ingin mengancam dan melakukan sesuatu “Kalau tidak memakai seragam bisa berbuat hal lain.” Ucap Krisman Zebua menirukan perkataan Dansub Denpom.
Di sisi lain, publik juga menaruh perhatian terhadap pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Dengan adanya Transparansi dan komunikasi yang terbuka, akan menjadi langkah penting agar tidak muncul berbagai spekulasi yang justru berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan Dansub Denpom I/2-5 Pulau Nias melalui saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (08/07/2026) belum dapat memberikan tanggapannya.**J-INews/Radius Harefa
